Ketua DPD LSM JSI Provinsi Lampung, Yusnadi Bersurat Kepada Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung Untuk Meminta Klarifikasi atas Pelaksanaan Proyek Penguatan Tebing Way Laay di Pesisir Barat

Spread the love

Pesisir Barat, 1 Januari 2025 – Proyek Penguatan Tebing Way Laay yang berlokasi di Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, kini menjadi perhatian publik.

Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Rayasa Mandiri dengan kontrak bernomor 600.1.4.1/051/1.03.02.1.01.0009/KTR/PK/APBD/V.04/VIII/2024, tertanggal 9 Agustus 2024, dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.276.979.999,98. Sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun 2024.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah pertanyaan terkait kualitas material dan metode konstruksi muncul dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Siliwangi Indonesia (JSI). Beberapa poin utama yang dipertanyakan meliputi:

  1. Material Besi pada Slup dan Tiang Tanam:
    • Apakah material besi pada slup lantai yang menggunakan besi dengan diameter 10 mm sesuai spesifikasi?
    • Apakah cincin penguat menggunakan besi diameter 6 mm sebagaimana disyaratkan?
  2. Pengisian Cor Slup Lantai:
    • Apakah pengisian cor slup lantai menggunakan batu belah ukuran 20/25 sesuai spesifikasi teknis?
  3. Pekerjaan Lantai Penguat Tebing:
    • Apakah lantai penguat tebing hanya dibuat pondasi antar jarak slup lantai, kemudian ditimbun batu belah ukuran 20/25, dan diratakan dengan adukan semen di atasnya?
    • Apakah metode tersebut sudah sesuai spesifikasi teknis?
  4. Konstruksi Tiang Slup Penguat Tebing:
    • Apakah penggunaan besi campuran (12 mm, 10 mm, dan 8 mm) pada tiang slup atas sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)?
    • Apakah jarak cincin pada tiang slup, yaitu rata-rata 42-52 cm, memenuhi standar yang ditentukan?

LSM JSI meminta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung untuk segera melakukan inspeksi lapangan guna memastikan kualitas dan keamanan pekerjaan. Dalam suratnya, mereka juga meminta penjelasan tertulis dari dinas terkait dalam waktu dekat.

Pengawasan ketat terhadap proyek ini dinilai penting demi menjaga kualitas infrastruktur yang dibangun dengan dana publik. Hasil klarifikasi dan pemeriksaan diharapkan dapat menjawab keraguan masyarakat serta memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan klarifikasi ini. Proyek ini akan terus menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat pentingnya keberhasilan pengerjaan untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *